Bagaimana Orang Korea Mempelajari Sejarah Mereka??

"Saat mempelajari sejarah anda akan menemukan beberapa versi, dan saat anda menggabungkan versi itu, anda akan menemukan sejarah yang sebenarnya."


Sejarah, apa yang terlintas di benak kita jikalau mendengar kata sejarah. Beragam jawaban bermunculan. Bilang sejarah membosankanlah, tidak bergairalah dalam belajar, dsb. Aku juga mungkin sama seperti mereka. 

Postingan saya kali ini ingin menyampaikan sebuah informasi mengenai negeri ginseng Korea Selatan. Ini bukan tentang K-Pop yah?? :D tapi ini mengenai bagaimana mereka mempelajari sejarah.
Selain mempelajari dalam materi di sekolah, ternyata ada cara yang membuat orang Korea itu mengerti mengenai sejarah mereka. Yakni dengan melalui media Televisi dalam bentuk Drama atau Film. Siapa sih yang tak suka drama Korea, apalagi kalau pemerannya itu cukup populer. Drama/film menceritakan tentang sejarah biasa disebut Saeguk. 

Saeguk terbukti sangat populer di Korea. Terbukti dengan drama saeguk masuk dalam tiga besar drama dengan rating tertinggi sepanjang masa, yakni drama: pertama Hur Jun (1999) rating 63,7%. Kedua Taejo Wang Geon (2000) rating 60, 2%, dan ketiga Dae Jang Geum (2003) rating 57,8%.
Sungguh sangat mencengangkan bagi film berlatar sejarah. Tapi, dari situlah orang Korea mempelajari Sejarah mereka sendiri. Mereka adalah orang yang inovatif dan tak mau melupakan sejarah mereka. Hingga dibuatkanlah film/drama berlatar sejarah. Mulai dari kisah raja, ratu, putra mahkota, bahkan pelayan kerajaan pun turut diceritakan dalam drama/film.

Pada gambar di atas hanyalah sebagian kecil dari drama/film saeguk yang ada. Silahkan cek di Google maka anda akan menemukan banyak sekali film/drama saeguk. Drama saeguk yang pernah aku tonton dan menjadi favoritku adalah film Jang Yeong Sil (2016) yang menceritakan ilmuwan di masa raja Sejong (raja ketiga Joseon) sedangkan film yang aku suka yakni The Throne (2015) tentang Pangeran Sado.

Jujur ya, entah mengapa aku lebih tertarik belajar sejarah negeri lain daripada negeri sendiri. Itu mungkin karena kurangnya media pendukung dalam mengajarkan sejarah kepada generasi muda. Ada sih drama sejarah di pertelevisian di indonesia, namun kadangkala diisi dengan adegan mistis dan menjurus ke arah kesaktian sehingga kesan sejarah tentang satu tokoh kurang. Jika ditanya siapa raja pertama kerajaan Majapahit mungkin kita hanya menggaruk kepala. Tapi, jika ditanya raja pertama Joseon, maka saya akan langsung menjawab Raja Taejo. 

Semoga kita bisa belajar dari bangsa lain yang sangat menghargai sejarah mereka dengan mempelajarinya. Semoga artikel ini menginspirasi. Aamiin

Comments

  1. Seandainya sejarah Indonesia dikemas semenarik mungkin, pasti banyak remaja-remaja muda yang tertarik mempelajari sejarah bangsanya

    ReplyDelete
  2. sejarah suatu bangsa patut untuk dipelajari supaya tidak kehilangan identitasnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat mas! Yang terpenting cara untuk tidak melupakannya

      Delete
  3. Jas merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Yuk perdalam ilmu kita dalam hal sejarah bangsa sendiri terlebih dahulu

    ReplyDelete
  4. seandainya sejarah kayak pandawa 5 di kemas dengan menarik pasti bakalan terkenal seperti mereka ya, bahkan ke seluruh dunia tau

    ReplyDelete
  5. sejarah indonesia pun tidak kalah menarik,mungkin emang pengemasannya saja yang kurang. apa lagi Indonesia kaya akan sejarah dan budaya

    ReplyDelete
  6. budaya korea memang sangat menakjubkan...

    ReplyDelete
  7. wah kerren, makanya korea bisa maju sampai sekarang

    ReplyDelete
  8. Mungkin mereka bisa menjadi lebih baik karena sering melihat sejarah. Terimakasih infonya :)

    ReplyDelete
  9. mantap (y) tapi lebih baik mempelajari sejarah sendiri

    ReplyDelete
  10. NICE INFO.. tapi jangan sampai hal itu membuat kita melupakan sejarah bangsa kita sendiri...jangan hanya mau mengenal sejarah bangsa lain tetapi tidak mengenal sejarah bangsa sendiri..
    itu sama saja kita melupakan nenek moyang kita..☺

    ReplyDelete

Post a Comment