Sepercik Kisah di OSK 2016

OSK 2016 telah dilaksanakan pada hari ini, yakni 18 Februari 2016. Beragam perasaan yang menggema di dada seakan terhempaskan setelah keluar dari ruang tes. Begitu pula dengan aku, seorang Pelajar SMA Negeri 1 Bajeng yang mengikuti OSK kebumian untuk yang kedua kalinya. Pada kelas X, aku sempat mengikuti OSK dengan bidang yang sama tapi hanya puas diurutan ke-9 padahal yang diambil untuk mewakili kabupaten Gowa adalah 6 orang. Tapi, tetap kubersyukur karena langkah awal yang sudah maksimal dengan masuk 10 besar.

Tahun ini aku kembali mencoba ikut OSK kebumian dengan harapan yang sangat besar untuk bisa menjadi wakil kabupaten Gowa di tingkat Provinsi bahkan Nasional. Sebelum aku mengikuti OSK pada tanggal 18 Februari 2016, aku belajar dengan sangat serius. Aku bersana kelima kawanku selalu belajar bersama saat pulang sekolah. Biasanya hari Rabu dan Jum'at. Banya juga sih pengalaman unik saat belajar bersama dengan kelima teman seperjuanganku (Isyraf, Zul, Indra, Ilham dan Aziz). Hal yang paling menyenangkan adalah saat ada perempuan yang masuk saat kami belajar. Pasti kami heboh karena kamu semua laki-laki, apalagi kalau yang masuk adalah Ratih dari tim Geografi. Karena sering ikut belajar bersama, saat pulang ke rumah aku selalu dimarahi oleh orang tuaku. Semua itu bukan tanpa alasan, mereka mengkhawatirkan aku tapi terkadang pula aku selalu menenangkan mereka. Pernah juga, aku diancam tidak boleh ke sekolah naik motor, tapi karena tekadku yang sudah membara untuk bisa lolos OSK tahun ini, maka ancaman itu tidak aku pedulikan.

Sungguh kisah yang menarik, bisa berjumpa dengan ratusan siswa terbaik se-Gowa dalam satu kompetisi. Saat di ruang tes, wajahku terlihat serius membaca satu persatu soal yang diujikan. Ada yang mudah ada yang sulit, bahkan ada pula soal yang bagiku absurd. Di antara 100 nomor yang diujikan, hanya 49 nomor yang aku jawab, itu pun setelah aku cek di rumahku ada yang salah. Tapi, ku tetap optimis dan tawakkal semoga bisa lolos ke babak selanjutnya.

Comments