Beberapa Budaya Korea yang patut untuk ditiru


Negara yang dijuluki sebagai negeri ginseng ini memang tak habis untuk dibahas hanya dalam satu pembahasan atau artikel. pasalnya, negara yang berada di kawasan Asia Timur ini memiliki beragam ciri khas yang membuat negara mereka dikenal di seluruh dunia. salah satu yang membuat orang kian penasaran untuk mengenal lebih jauh mengenai Korea adalah budaya mereka. Korea dikenal sebagai negara negara yang berbudaya tinggi. Setiap sendi kehidupan selalu teratur dan harmonis karena adanya budaya. Lalu, budaya apa sajakah itu?

Pertama, Pelajar di Korea itu tidak merokok baik dalam waktu belajar maupun di luar sekolah. Hal itu dikarenakan pelajarnya adalah benar-benar orang yang terpelajar yang paham betul mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Tahukah sobat, siswa yang ketahuan merokok akan dikenakan sanksi yakni dikeluarkan dari sekolah. Ini tentunya menjadi efek jera ataupun peringatan bagi siapa saja yang mencoba-coba untuk merokok. Tentunya, hal tersebut baik jika dibudayakan di Indonesia. Survei menunjukkan bahwa 45% siswa di Indonesia sudah mencoba merokok dan 18% persen di antaranya adalah pecandu rokok itu sesuai dengan data yang dikutib di laman CNN Indonesia.

Selanjutnya, dengan disiplinnya yang sangat tinggi, tak ayal kalau mereka sangat tertib untuk antri. Mungkin untuk sebagian orang, mengantri di tempat umum adalah hal yang sangat membosankan. Faktor pertama karena terlalu bosan untuk menunggu dan faktor lainnya adalah terlalu capek duduk atau berdiri saat mengantri. Apalagi, kalau antrian tersebut sampai mengular hingga puluhan meter. Bisa kita saksikan bagaimana Orang Korea mengantri untuk naik ke dalam gerbong kereta. Coba bandingkan, dengan orang Indonesia saat akan naik ke gerbong kereta. Tentunya, hal tersebut bisa menjadi pelajaran untuk kita untuk bisa lebih disiplin lagi.

Hal yang juga penting adalah budaya mereka saat berbuat salah. Orang Korea, saat berbuat salah maka akan mengakui kesalahannya dan segera meminta maaf. Mereka tak segan untuk meminta maaf kepada seseorang. Maaf merupakan kata sederhana namun besar maknanya tapi susah untuk dilakukan. Bukan hanya masyarakat sipil, para pejabat saja jika berbuat salah maka akan meminta maaf kepada publik bahkan ada pula yang meminta mundur dari jabatannya. Semua itu karena mereka memiliki malu. Seperti yang dilakukan oleh Kepala Parlemen Korea selatan, Park Hee Tae saat seorang anggota parlemen yang menyebut dirinya menerima sogokan saat pemilihan ketua partai, maka dari tuduhan tersebut Park Hee Tae lalu mengundur diri pada tanggal 9 Februari 2011. Andai saja pejabat di Indonesia seperti itu. Maka pembangunan akan bisa ditingkatkan karena yang para pejabat yang suka korup dengan sendirinya akan mengundurkan diri karena malu.

Terakhir, kalian tahu tidak kalau di Korea itu tidak ada budaya ujian untuk kelulusan siswa? Yang ada hanya menekankan untuk rajin membaca buku. Untuk itu, pada saat-saat tertentu Perpustakaan akan dipenuhi dengan para siswa yang akan membaca buku pengetahuan. Selain itu, Para pelajar di sana tidak mengenal Masa Orientasi Sekolah (MOS) saat akan pertama kali masuk ke dalam lingkup sekolah atau universitas baru.

Nah, itulah budaya yang patut untuk ditiru dari negera Korea. Sebenarnya, Indonesia jauh memiliki budayanya sendiri yang tentunya sangat beragam. Akan tetapi, budaya tersebut perlahan kian memudar terlumat oleh zaman. Untuk itu, kita seharusnya patut melestarikan budaya kita dan bisa belajar dari negara lain mengenai cara mereka untuk mempertahankan budaya mereka.

Comments

  1. Yang terakhir saya setuju banget tuh...

    ReplyDelete
  2. gak perlu ditiru kita harus tetap bangga menjadi bangsa Indonesia ehehe

    ReplyDelete
  3. budaya baik tanpa merusak budaya Indonesia mari kita ikuti

    ReplyDelete
  4. betul sekali. Selama budaya itu baik, kita bisa tiru. Walaupun budaya kita juga sudah sangat baik :)

    ReplyDelete
  5. Kurang cocok Gan ama artikelnnya,negara yang mayoritas bukan islam sebaiknya ndak usah dibesar besarnkan.

    ReplyDelete
  6. Iya nih harus bangga jadi rakyat bangsa indonesia gan

    ReplyDelete

Post a Comment