Lihatlah Duniamu Ini

Membicarakan dunia adalah hal yang luas dan tak terbatas. Dunia ini memiliki ribuan warna yang tersebar hingga di pelosok benua dan dalamnya samudra. Namun, terkadang dunia ini sangatlah sempit bagi yang tak mau mengekspresikan diri mereka kepada orang lain. Akibatnya, warna indah dalam dirinya tak terpancar ke angkasa raya.

Ada sebuah cerita yang saya kutip dari sebuah buku bahwa ada sebuah telur elang yang menetas di sebuah sarang ayam. Setelah menetas, sang elang merasa aneh dengan dirinya yang sangat berbeda dengan ayam. Tiap hari, sang elang berkeliling bersama induk ayam juga para anaknya. Jika anak ayam maka cacing, maka begitu pula dengan sang elang, jika makan biji-bijian maka sang elang juga sama. 
 Suatu hari, sang elang tersebut melihat elang lain yang sedang terbang melayang dengan gagahnya di langit. Elang tersebut berkata, “Siapakah yang di atas itu, kenapa dia sama denganku. Memiliki sayap yang lebar dan corak yang sama?”. Namun sang induk ayam hanya berkata, “Jangan perhatikan yang di atas itu, duniamu adalah di sini. Jadi kamu harus tetap jadi anak ayam” kata induk ayam tersebut. Akibatnya, silih bergantinya waktu elang tersebut tetap menjadi anak ayam dan tak mau mengenal dirinya sendiri. Dia tak tahu bahwa dia adalah seokor elang yang bisa saja lebih hebat daripada ayam, bahkan ayam termasuk mangsanya. 

Kawan, cerita di atas sangat jelas sekali maknanya bahwa untuk menemukan jati diri kita sebenarnya maka kita harus mengenal diri kita dan potensi apa yang ada dalam diri kita. Bisa jadi kita memiliki bakat terpendam tapi tak mau mempublikasikannya dengan alasan malu, tak acuh, dsb. Ingat sobat, dunia tak sesempit daun kelor. Jikalau ada yang menghardik bakatmu, maka carilah orang yang bisa menghargai bakatmu. Manusia di bumi berjumlah sekitar 7 milyar, dari 7 milyar tersebut pasti ada yang mau menghargai bakatmu.

Pasti kalian mengenail sosok Ishaan dalam film Teera Zamen Par (2007). Sejak kecil dia berada dalam tekanan keluarganya. Tiap hari hanya ada bully untuknya. Akibatnya, dia menjadi anak yang lamban dalam belajar. Membaca serta berhitung saja dia tak tahu, bahkan yang paling lucu adalah dia anak yang kurang ajar kepada gurunya. Tapi, semenjak guru menggambarnya Tn.Nikumbh datang dan mulai mengubah anak tersebut. Pak Nikumbh sengaja menonjolkan bakat hebatnya semenjak melihat puluhan lukisan Ishaan di rumahnya. Alhasil, dalam lomba melukis yang diikuti ribuan anak dia menjadi pemenangnya, bahkan Nikumbh sengaja membuatkan lukisan potret Ishaan yang sangat mengispirasinya. 

Mari mengutip sebuah kutipan lagu dalam film Teera Zamen Par yang berjudul Bum bum bole yang bunyinya seperti ini, “dekho dekho kya woh ped hai chaadar odhe ya khada koi, bearish hai ya aasmaan ne chhod diye hai nal khule kahin, ho hum dekhe yeh jahaan waise hi jaise nazar apani, khulke socho aao, pankh jara failaao, rang naye bikhraao, chalo chalo chalo chalo naye khaab bunle”. Maknanya seperti berikut ini:
“lihatlah di sebelah sana. Apa yang kalian lihat? Apakah itu sebuah pohon? Ataukah seorang lelaki tua berambut kribo yang sedang memakai jubah warna hijau?

Lihat lagi ke atas sana. Apakah yang jatuh itu memang hujan? Air yang terkumpul di awan dan jatuh karena memang harus jatuh, ataukah karena penghuni langit lupa mematikan kerannya?
Lihatlah duniamu dengan caramu, dan putuskan kau akan pilih yang mana. Karena dunia ini bebas untuk kau nilai, bebas untuk kau interpretasikan. Karenanya, jangan batasi mimpimu. Susunlah sebuah mimpi yang baru. Bebaskanlah pikiranmu, kepakkanlah sayapmu, cipratkanlah warna-warni pada dunia ini, mari kita ciptakan mimpi baru.”

Akan ada banyak sekali hal yang sangat menarik yang kalian temukan bila kalian merasakan dunia ini. Memang dunia ini hanyalah sementara, untuk itulah manfaatkan usia yang telah kalian berikan untuk memberikan energi positif kepada orang lain dengan menebarkan sejuta warna indah yang menghias di udara. Kita harus yakin bahwa kita memiliki potensi yang nilainya hamper sama, misalnya pendayung pasti juga seorang yang jago dalam berenang. Artinya, pasti ada potensi tersembunyi dalam diri kita yang belum dikeluarkan seutuhnya. Tugas kita adalah menggali potensi tersebut dan mengembangkannya. 

Related Posts:

0 Response to "Lihatlah Duniamu Ini"

Post a Comment